Showing posts with label masa depan. Show all posts
Showing posts with label masa depan. Show all posts

Tuesday, February 21, 2012

Dia ingin menikah....

Assalammualaikum...

Tarian ditari di blog sedang tak tahu hala mana yang ingin dituju.... Barangkali masih terkejut dengan apa yang diberitahu oleh seseorang... seseorang yang sentiasa ada di carta hati dan sentiasa kesayangan saya... Dia mahu menikah... Ya, dia mahu menikah. itu yang diberitahu kepada saya.

Dalam saya bersyukur dia mahu menyempurnakan separuh agamanya, saya jua memikirkan sudah benar-benar bersediakah dia... Saya mahu yang terbaik untuknya... Itu sahaja.. Saya tak mahu dia tersalah jalan...

 Duhai dia, andai kau tahu betapa gusarnya aku tatkala kau menyampaikan. sungguh, aku menyokong. Tapi masih ada kebimbangan bersarang... Ku tahu kau cuba mengelakkan zina hati tapi nikah itu bukan permainan sayang... Nikah itu bukan sahaja antara kau dan dia, tapi antara keluarga kamu dengan dia... Bukan untuk sehari dua, malah hingga ke jannah hendaknya...

mood: saya tak tahu nak tulis apa lagi... masih terkejut....
---rupanya dia sudah dewasa.... rupanya dah hampir saatnya saya melepaskan dia.... masa berlalu terlalu cepat atau saya yang terlewat......
Apapun, saya akan tetap disisi kamu... apapun kamu masih priority saya masa nie... 
I do care even I say otherwise.. i really means it.....
"ya Allah, tolong permudahkan niat baiknya.. moga dia wat keputusan yang baik... Dia kesayangan saya... saya mahu yang terbaik untuknya.... "

Wednesday, February 8, 2012

Aku ingin menikah~~

Assalammualaikum....


Saat ini jiwaku kusut.. Fikiranku kacaw.. lalu teringat pada draft yg telah dicopy paste dahulu... Maka setelah diedit dan diubah suai... maka aku mempublishnya pula.. 
Asifah jiddan kerana saya tidak dapat mengenal pasti penulis asalnya..

Dear the original author, halalkan perkongsian kamu... 


Pernikahan, adalah momen penting bagi setiap orang. Termasuk juga bagiku. Setelah sekian lama, aku berharap kejadian suci dan indah itu segera terjadi dalam hidupku.


Aku benar- benar ingin menikah, tapi... 

Aku belum bisa memantaskan diriku dengan keikhlasan karena Allah, untuk sebuah pengabdian kepada seorang laki- laki. Ya, laki- laki yang nantinya akan menjadi suamiku. Semua karena masih besarnya egoku, dan susahnya diriku, bahkan untuk sekedar menyenangkan orang lain. Yang ada malah, aku ingin selalu dimanjakan dan disenangkan. Tak ada istilah kemakluman bagiku atas diri orang lain. Karena itu sungguh sangatlah sulit untuk ku lakukan. Tidak ada istilah `kita` dalam hidupku, yang ada adalah, kamu dan aku.

Aku ingin menikah, tapi... aku belum bisa dan belum terbiasa untuk berbagi. Bagiku, semua milikku adalah milikku, dan menurutku orang lainpun harus berusaha sendiri untuk mendapatkan sesuatu yang kemudian akan menjadi milik mereka.

Aku ingin menikah, tapi...aku belum bisa bersabar. Aku terbiasa mengumbar emosiku atas apapun yang aku mau dan yang aku suka. Yang aku mau adalah, justru orang lain bersabar atas apa adanya aku. Yang aku mau adalah, orang lain selalu membenarkan apapun pendapatku, serta menurutinya.

Aku ingin menikah, Tapi... aku belum bisa bersikap lembut. Buatku, lembut adalah lemah. Dan menurutku, wanita lembut adalah identik dengan ketidak mampuan mereka untuk melawan dan hanya sekedar menuruti keinginan orang lain.

Aku ingin menikah, tapi...aku adalah pribadi yang susah dipercaya. Bagiku kejelekan siapapun, kecuali diriku sendiri adalah sesuatu yang enak untuk dibicarakan dan bagiku itu adalah hiburan. Kadang aku bertanya pada diri sendiri, lalu bagaimana jika nanti suamiku memiliki kekurangan yang jelas- jelas aku akan tahu.. entahlah, yang aku tahu aku hanya ingin menikah.

Aku ingin menikah, Tapi aku belum bisa tampil indah bagi orang lain. Menurutku, orang lain harus menerima apa adanya aku. Jika mereka tak menyukainya, itu hak mereka dan bukan urusanku. Dalam pikiranku, kritik adalah tuntutan orang lain atas aku, dan sama sekali aku tidak suka itu.

Aku ingin menikah, tapi aku tak tahu atas niatan apa aku ingin menikah.(kerna DIA aku menikah)... Yang aku tahu, aku hanya membutuhkan seseorang yang akan mendampingi aku. Paling tidak supaya aku tidak mendapat julukan `tidak laku`..(erm, not a big deal, ALLAH know d best, insyaALLAH). Dan aku tidak mau diberatkan dengan rentetan tuntutan dan kewajiban dari sebuah pernikahan. Yang aku tahu, aku hanya ingin menikah. ( owh, ini tidak lah...)

Aku ingin menikah, tapi...mungkin sebaiknya aku bertanya kepada diriku sendiri dahulu, Aku memang ingin menikah, tapi apakah aku sudah benar- benar mempersiapkan diri untuk menikah?






Okay, thats all...
Selamat malam En... Moga Dia memudahkan jalannya untuk kita~~

Sunday, July 31, 2011

Titipan untuk Dia~~

Assalammualaikum...

Katakan manakah yg lebih mulia..


Cinta yg di ucapkan dengan perkataan kerana nafsu dan takut kehilangan atau Cinta dalam diam
yg di pendam dalam-dalam karna ingin saling menjaga kesucian?
Katakan manakah cinta yg lebih mulia..
Cinta yang di ungkapkan dengan jalinan mesra tanpa ikatan halal..
Atau cinta dalam diam yang di titipkan pada yang Maha Menganugerahkan??

Salam Ramadan buat Dia yang ingin kusayangi kerana Allah...
Saat bingkisan ini ditulis, ada sendu bersarang dalam jiwa,
Ada gusar yang beraja di raga..
Namun tetap ingin ku luahkan segalanya...
 
Awak,
Kini saya mengerti kerana apa zahir tak terucap...
Kerana saya tak mahu kita akan terleka dengan keindahan sementara,
Saya tak mahu membuka ruang untuk kita dibuai keasyikkan yang fana,
Walau ada 1001 kebimbangan...
walau ada 1001 kemungkinan
Bila segalanya tak diluahkan...
Percayalah, takdirNYA nanti lebih indah...

kasih kekasih
  
Awak,
Andai telah tertulis jodoh itu milik kita,
walau jauh kita terpisah kini,
Yakinlah akan janjiNya...
DIA tak pernah menjadikan sesuatu sia-sia...
 
Awak,
Kejauhan ini akan menguji,
Sejauh mana kebenaran dalam setiap kata yang pernah terucap,
Seteguh manakah pendirian diri,
Sekuat manakah keyakinan hati,
 
Awak,
bila jodoh tak memihak pada kita,
Moga kita tak kesalkan lafaz yang tersimpan,
kerana lafazmu itu untuk dia bidadarimu,
dan lafazku untuk dia pendampingku...
 
Awak..
Memang payah untuk melawan nafsu,
Lebih payah bila persekitaran tidak menyokong,
Maka kuatkanlah pegangan..
Kerana kita hanya perancang,
Sedang DIA yang menentukan~~~

Awak,
Bila rindu berbicara,
Luahkanlah pada DIA,
Bila hati mula goyah,
Kembalikan pada DIA,
Kerana DIA sentiasa ada,
Untuk mendengar segala rintihan...
 

---salam ramadhan untuk kamu En. A....Lalu pada bicara bisu ku nukilkan ini untukmu... Walau ku tahu tidak mungkin kau membacanya.. Namun. ku percaya pada kalamNYA,
"...... apabila Dia menghendaki adanya sesuatu, hanyalah Dia berfirman kepada (hakikat) benda itu: Jadilah engkau!. Maka ia terus menjadi..."

Tiada medan perhubungan antara kita.. Maka biarlah dalam doa kita bertemu...Moga Ramadhan ini menjadi medan untuk kita berhijrah. Ayuh, kita siap siagakan diri untuk melalui perjalanan hidup yang lebih mencabar dengan keyakinan dan iman yang teguh. Ayuh, kita bina tembok kesabaran yang tinggi dalam menghadapi segala ujianNYA.
YA RABB...



"Aku berdoa untuk seorang lelaki, yang akan menjadi bagian dari hidupku.
Seorang lelaki yang sungguh mencintaiMU lebih dari segala sesuatu..........
..............Seorang lelaki yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna.....

Dan aku juga meminta:
Buatlah aku menjadi seorang wanita yang membuat lelaki itu bahagia.......
Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakan "Betapa besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku seseorang yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna".

Aku mengetahui bahwa Engkau menginginkan kami bertemu pada waktu yang tepat dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang Engkau tentukan.

AMIN YA RABB... "

 

Apapun akhirnya kisah ini, telah saya katakan pada diri agar berlapang dada untuk menerimanya. ^_____^


note to pembaca setia--- bila akhir kisah ini tak seperti diimpi, doakan moga saya mampu melaluinya... Dia hanyalah lelaki biasa...Ini jua kisah hati seorang wanita biasa.. Yang mempunyai hati dan perasaan.. Yang ingin teguh menjadikan Islam sebagai panduan...Yang cuba menguatkan langkah di setiap jalan... Walau seringkali tersasar dari haluan.... Namun tak ingin putus asa pada harapan~~~


Saturday, November 13, 2010

Aku WAniTa BiaSA

Assalammualaikum...

Tertarik nk share note nie... huhu.. aku wanita biasa... Kepada lelaki2 semua, silalah mengerti bahawa kami nie hanya wanita biasa.. Buat dia yang akan mengetuaiku, ketahuilah aku wanita biasa~~~

Kepadamu yang akan menjadi pendampingku kelak..
Terima kasih karena telah memilihku di antara ribuan bidadari di luar sana yang siap untuk kau pilih.. Padahal kau begitu tahu, aku hanya wanita biasa, yang sangat jauh dari sempurna.Karenanya ku ingin kau tahu, aku bukan wanita yang sempurna, aku begitu banyak kekurangan. Maka ketahuilah..


Kepadamu yang akan memilihku kelak..
Aku tak sebijak bunda khadijah, karenanya ku ingin kau tahu, aku bisa saja berbuat salah dan begitu menyebalkan. Maka ku mohon padamu, bijaklah dalam menghadapiku, jangan marah padaku, nasihati aku dengan hikmah, karena bagiku kaulah pemimpinku, tak akan berani ku membangkang padamu..

Duhai kau yang telah memilihku kelak..
Ingatlah, tak selamanya aku dapat tampak cantik di matamu, ada kalanya aku akan begitu kusam dan jelek. Mungkin karena aku begitu sibuk berjibaku di dapur, menyiapkan makan untuk kau dan malaikat-malaikat kita nanti –insya’Allah-. Maka aku akan tampak kotor dan berbau asap. Atau karena seharian ku harus membenahi istana kecil kita, agar kau dan malaikat kita dapat tinggal dengan nyaman dan sehat. Maka mungkin aku tak sempat berdandan untuk menyambutmu sepulang bekerja.. Ataukah kau akan menemukanku terkantuk kantuk saat mendengar keluhan dan ceritamu, bukan karena aku tak suka menjadi tempatmu menumpahkan segala rasamu, tapi karena semalam saat kau tertidur dengan nyenyak, aku tak sedetikpun tertidur karena harus menjaga malaikat kecil kita yang sedang rewel, dan ku tau kau letih mengais rezeki untuk kami maka tak ingin ku mengusik sedikit pun lelapmu.. Jadi jika esok pagi kau mendapatiku begitu letih dan ada lingkaran hitam di mataku, maka tetaplah tersenyum padaku, karena kau adalah kekuatanku..

Padamu yang menjadi nahkoda dalam hidupku kelak..
Ketahuilah, aku tak sesabar Fatimah, ada kalanya kau akan menemukanku begitu marah, menangis dan tak terkontrol, bukan karena ku membangkang padamu, tapi aku hanya wanita biasa, aku juga butuh tempat untuk menumpahkan beban di hatiku, tempat untuk melepaskan penatku, dan mungkin saat itu aku tak menemukanmu, atau kau begitu sibuk dengan pekerjaanmu, maka bersabarlah, yang ku butuhkan hanya pelukan dan belaianmu.. Karena bagiku kau adalah tetesan embun yang mampu memadamkan segala resahku..

Ataukah ada kalanya tanganku akan mencubit dan memukul pelan si kecil karena lelah dan penatku di tambh rengekannya yang tak habis-habisnya. Sungguh bukan karena ku ingin menyakitinya, tapi kadang aku kehabisan cara untuk menenangkan hatinya. Maka jangan membentakku karena telah menyakiti buah hati kita, tapi cukup kau usap kepalaku, dan bisikkan kata sayang di telingaku, karena dengan itu ku tau kau selalu menghargai semua yang ku lakukan untuk kalian, dan kau akan menemukanku menangis menyesali perlakuanku pada malaikat kita, dan aku akan merasakan ribuan kali rasa sakit dari cubitan yang ku berikan padanya, dan aku akan berjanji tak akan mengulanginya lagi..

Padamu yang menjadi imam dalam hidupku kelak..
Ketahuilah, aku tak secerdas aisyah.. Maka jangan pernah bosan mengajariku, membimbingku ke arah-Nya, walau kadang aku begitu bebal dan bodoh, tapi jangan pernah letih mengajariku.. Jangan segan membangunkanku di sepertiga malam untuk bersamamu bermunajat pada Kekasih yang Maha Kasih.. Jangan letih mengingatkanku untuk terus bersamamu mendulang pahala dalam amalan-amalan sunnah.. Bimbing tanganku ke JannahNya, agar kau dan aku tetap bersatu di dalamnya.

Padamu yang menjadi kekasih hati dan teman dalam hidupku..
Seiring berjalannya waktu, kau akan menemukan rambutku yang dulu hitam legam dan indah, akan menipis dan memutih. Kulitku yang bersih akan mulai keriput. Tanganku yang halus akan menjadi kasar.. Dan kau tak akan menemukanku sebagai wanita cantik, yang kau khitbah puluhan tahun yang lalu.. Bukan wanita muda yang selalu menyenangkan matamu.. Maka jangan pernah berpaling dariku.. Karena satu yang tak pernah berubah, bahkan sejak dulu akan terus bertambah dan kian membuncah, yaitu rasa cintaku padamu..

Ketahuilah.. Tiap harinya, tiap jam, menit dan detiknya, telah aku lewati dengan selalu jatuh cinta padamu..Maka, cintailah aku, dengan apa adanya aku.. Jangan berharap aku menjadi wanita sempurna.. Maafkan aku karena aku bukan puteri.. Aku hanya wanita biasa..
Ditulis oleh author http://www.facebook.com/l/0665f3OMv36Sn1Cd1HEwksgdS2Q;oaseimani.com, dan dipublish di ; http://www.facebook.com/l/0665ftLUDAuUj9FsyFIiThwyN9Q;www.oaseimani.com/aku-hanya-wanita-biasa.html


Semoga bermanfaat. Akhukum fillah....,

P/s :Kerana aku tahu kamu jua lelaki biasa~~~

Saturday, October 17, 2009

Huhu..bestnyer mereka itu.....

Assalammualaikum..
 Jam 1.13 tengah hari, hari ahad..
Huhu... Saya sedang berada di blok A, fakulti. Menyiapkan diskusi untuk FYP. Perasaan sangat berdebar2.. Risau. Yups, so risau mengenai presentation ini.

Dan saat ini UiTm sedang mengadakan konvo kali ke 71 if not mistaken.. Duduk di tingkat 4 bertemankan laptop, cuba menghindar dari gamitan konvo. Nampaknya tekaan saya silap, ramai pulak yang mencari toilet dan saya jadi Guide toilet.. =))..
"Adik, toilet lelaki mne?"
"Kne naik 1 tingkat lg ke toilet?"
"Tandas mane dik, yang bukan staff punye?"

Tue  a antara ayat2 yang saya terima sepanjang duduk kat sinie.. Ya, ibu bapa pelajar2 konvo mencari toilet. Mesti berbunga2 perasaan mereka lihat anak konvo. Even nampak mereka cam letih, may b baru tiba dari Selatan, dari Utara, dari timur mahupun dari menyeberangi laut china selatan, tapi tiada keluhan. Hari ini ialah hari yang ditunggu2 oleh mereka. Melihat putera-puteri menggengam segulung ijazah hasil pengajian mereka. Saya sangat cemburu.. Owh, masanya belum tiba untuk saya.

Minggu depan, ramai kawan2 saya akan konvo esp, dia yang setia mendengar celoteh saya. Ya, bagi pelajar2 yang kos pengajian tiga tahun pastinya sem nie mereka akan konvo. Dah bnyak invitation sya terima utk melihat konvo mereka. (cam vvip a plak=]])Tak lupa kawan saya yang baru kahwin raya lepas, akan konvo 21 nie. Budak2 sains gunaan akan konvo khamis xsilap.. Bisness ari selasa kot. Wah, macam nie saya kne g konvo hari2.... Menambahkan semngat utk menghabiskan study sem nie..=))

Buat mereka2 yang 4 tahun pengajian, masa kita akan tiba jua.. Amin. Ya Allah, permudahkanlah urusan pengajian kami di semester terakhir belajar ini.
Gambar masa konvo my ex-roomate at SAMURA..
Hope I can wear my own...('',)

Apapun, kene siapkan dulu FYP nie.. Gambatte cahaya san.,, Gambatte to my frenz also..... Go, go chaiyok...We can do it..

Wednesday, September 16, 2009

tentang dia....

Assalammualaikum...


Baru sahaja balik terawih dekat pusat sukan.. Teringat kat baby comel tue. Erm, kebelakangan nie asyik dengar student dah kahwin jea. Bila fikir diri sendiri, hmm,, tak tahulah bila. Kekadang bila fikir masa depan nie, bermacam-macam perasaan yang timbul.


Sebenarnya tadi jumpa kawan kepada Lina, merangkap junior course kami tetapi sebaya dengan kami. So, dia nie baru jea nikah masa cuti sem lepas. Lebih kurang, macam Deq Lah lh kot. Bezanya, dia still belajar dan deq lah dah abis belajar. Saya tertarik dengan ceritanya.. perkenalannya secara serius hanya 6 bulan sebelum mereka bernikah. Bagaimana agaknya kisah saya pula nanti.. =}}


Bila cerita tentang kisah saya, saya sendiri tak mampu menduga.. Teringat perbualan dengan ayah.

"saya nak lelaki kaya..."

"Amin, mudah-mudahan.. kaya hati, kaya jiwa, kaya budi, kaya bahasa... bukan kaya wang dan harta sahaja."

Walaupun ringkas penuh dengan makna. Berlapik disebalik kata agar hati anak tidak terluka. Di sebalik mendokong, ada nasihat yang diberi.. Sebenarnya saya tidak bermaksud dengan apa yang saya katakan. Sekadar mencipta alasan namun jawapan ayah menyebabkan saya hanya tersenyum. Tidak menyangka gurauan itu diambil serius oleh ayah.


Saya sendiri tak tahu lelaki bagaimana yang saya mahukan. Apa yang saya fikir cukuplah andai dia baik agamanya, mampu menyara keluarga, mampu memimpin rumahtangga... Dia hanya seorang lelaki biasa pada pandangan umum tetapi dia ada istimewa pada saya.=}} Dia boleh menerima saya seadanya, tidak mengharapkan kesempurnaan..Tetapi sedia berlebih kurang..


Ops, cukuplah setakat nie saya bercerita mengenai dia.. Dia yang tidak lagi ditemui.. Dia yang sentiasa wujud dalam doa saya. Dia yang akan menjadi tempat saya kongsikan segala.
Dia yang tidak menyebabkan saya terluka lagi. Dia yang menjadi teman saat suka, duka, gembira, lara, bahagia mahupun derita. Setia disisi kerana cintanya pada Ilahi bagi melunaskan janji yang termatri..