Showing posts with label cinta. Show all posts
Showing posts with label cinta. Show all posts

Monday, March 4, 2013

Dear Future Husband


Assalammualaikum.....

Honey, you’re so sad. I can’t figure a way to help you. You have so much stress on you and it’s making me sad. I hope when we get older we won’t have this much trouble staying happy.

Please understand, I’m not a physically affectionate person. I’m not comfortable showing affection, and thus, only rarely will I show you that I love you - and when I do it was be in a light touch, a small peck on the cheek, a simple smile. It won’t be some grand gesture. It’ll be so small you’ll miss it unless you’re looking for it.
But I could write down one hundred and one ways that you make my life better. Fifty ways I love you. Twenty things you do that makes me smile. I could tell you how your laughter is better than rain on a tin roof, how your touch makes my heart beat so fast it frightens me. I could tell you that one kiss from you sets my body aflame, and I glow like the moon.
I can tell you that you set my soul alight. That before you I was empty, walking through life with empty eyes. That you’re my sun and stars, the light in my darkness.
But I cannot show you with hard kisses or pressing hugs. I cannot show you by throwing my arms around your neck. I’m uncomfortable with grand, physical gestures.
But I will love you with all my heart. I would love you like the sea loves to be free. I will love you until I am nothingness.

You deserve the best. And if that means we can’t be together just yet, I’m willing to wait. God is still working in us. He’s still working on making me the best I can possibly be ..for you. To love you patiently, kindly, considerately.. To love without envy or pride.. To honor and love you selflessly..
Let’s overcome the odds and have a love worth fighting for. Let’s overcome the odds and have a marriage that lasts. Let’s have this journey that’s not centered on chemistry or simply being in love but have a relationship centered on loving God and becoming who He wants us to be as individuals. Let’s take these two separate paths, combine them, and allow it to lead us to experiencing God in His utmost glory which is through relationships— through our relationship.

For now, let’s live those individual lives, follow our own paths, and let God lead us down this road. Eventually, to each other. Love and be loved. Be happy. Be sad, be angry, be frustrated. Experience. Experience life, experience God.

You’re in my thoughts. You’re in my prayers.

But until then,

Your Future Wife


Wednesday, February 6, 2013

Ujian Nikmat dan Perasaan

Assalammualaikum...

Alhamdulillah, dapat rezeki lebih sedikit tahun nie...Masih merancang ke mana harus dilaburkan wang yang dimiliki....

Dalam masa yang sama ujian perasaan masih seiring.... Wahai hati, mengapa semakin lemah... Keliru dalam menafsir langkah.. Antara niat yang baik sedang jalan seolah tersalah atur, terkeliru antara 2 persimpangan.. Perjalanan diteruskan sedang berombak pertanyaan....
ALLAH, jangan pernah biarkan diri yang hina ini menentukan nasibnya sendiri...
Jangan pernah biarkan insan berdosa ini terkapar-kapar dalam dugaan yang diberi...

Duhai lelaki masa depan,
Ku tak tahu kamu dimana,
Ku tak tahu engkau siapa..
Mungkin kau adalah yang sedang berdekatan denganku..
Mungkin kau adalah seseorang pada masa laluku,
Mungkin jua kita tak pernah ketemu,
Pintaku bila tiba saatnya,
kita bisa saling menerima kelebihan dan kekurangan antara kita...
Walau bagaimana sejarah yang pernah terukir lalu,
Kita bina sejarah baru dengan izinNya..
dengan mawaddah dan rahmatNya...

Aku wanita biasa,
Punya hati dan perasaan,
Yang kadang-kadang tersembunyi di sebalik gurau dan tawa,
Di sebalik ketidakseriusan itu ada fakta yang tersurat...
Aku wanita biasa,
yang bisa tersentuh hati,
saat melihat adam mengalir air mata,
saat mendengar luahan hati,
bahawa hanya aku permaisuri di hati....

Duhai bakal nakhodaku,
Maafkan aku andai ini bisa mengguris hatimu...
dalam doa yang terkadang lalai,
tetap ku titip sekudus ingatan untukmu..
Moga dipermudahkan segalanya untuk kita...
Kerana takkan pernah goyang yang satu,
ALLAH itu sebaik-baik penentu......

Thursday, November 15, 2012

Kita kawan jea

Assalammualaikum...

Hari ini mood nak merapu datang lagi...

Awak, kita kawan jea lah..
Tak payahlah lebih2...
Awak xkenal pun saya cmne..
Tetibe awak cakap awk cinta saya.
Awak ingat semudah tue ke kita terima awak?

Awak, kita kawan jea lah...
Sebab saya tak nak terluka lagi,
Sekali saya sayang, sampai sekrang sy kenang.
Siapa orang2 yang pernah hadir dalam hidup saya,
Nampak saya ganas,
Tapi jiwa saya sangat lembut,
Saya masih sakit tiap kali terkenang kisah cerita lama...

Awak, kita kawan jea lah...
Kenapa awak nak paksa2 saya suka awak...
Saya memang suka awak tapi mcm kawan jea,
sebab saya tahu ada tembok tinggi antara kita...

Awak, kita kawan jea lah...
Awak kata awak cinta saya,
Awak sanggup buat apa saja utk saya,
Jadi saya mintak awak jadi kawan saya saja.
Tue pun awak susah nak buat,
Awak kata saya hanya boleh jadi kekasih awak, bini awak,..
Tapi awak tak tahu ke kawan tue luas..
Kalau saya kawin pun, saya harap saya dapat jadi kawan suami saya,
sebab tue pasangan kita digelar teman hidup,
Dia akan jadi kawan kita hingga ke Jannah hendaknya...

Awak, kita kawan jea lah...
Saya dah penat cakap,
saya dah puasa fikir,
saya tetap nak kawan dengan awak...
Kalau betul cinta itu milik kita,
saya tetap nak jadi kawan awak...
Kawan yg teristimewa...


daaaa......


Saturday, November 3, 2012

Takdir untukmu

Assalammualaikum...

Saat ini,
Pasti segala kenangan yang pernah dilalui sentiasa terimbau,
Pasti ada kala air mata jernih juga turut mengalir,
Pasti ada kala terlalu pedih rasa hati...
Bila dia pergi tak kembali,
Apatah lagi saat itu hanya kau disisi menemani,
Bertambah perih rasa jiwa,

Duhai kamu,
Moga terus tabah dan cekal,
Entah mengapa hatiku rawan,
Tak mampu disisi untuk menemani,
Malah tak mampu berkongsi rasa hiba yang menggunung,
Dari kejauhan ada doa ku titipkan..

Duhai kamu,
Ku tahu kamu duka,
Ku tahu kamu pasrah,
Ku tahu kamu redha,
Ku tahu kamu kehilangan,
Dan ku harap aku mampu membantu melepaskannya...

Duhai kamu,
Maafkan aku..
Kerana permintaan hati ini tak mampu ku zahirkan..
Bersembunyi di sebalik metafora bahasa,
Melindungi resah sendiri,
Dalam mengingatkan hati dan diri,
Segalanya ketentuan Ilahi.........



Sunday, July 31, 2011

Titipan untuk Dia~~

Assalammualaikum...

Katakan manakah yg lebih mulia..


Cinta yg di ucapkan dengan perkataan kerana nafsu dan takut kehilangan atau Cinta dalam diam
yg di pendam dalam-dalam karna ingin saling menjaga kesucian?
Katakan manakah cinta yg lebih mulia..
Cinta yang di ungkapkan dengan jalinan mesra tanpa ikatan halal..
Atau cinta dalam diam yang di titipkan pada yang Maha Menganugerahkan??

Salam Ramadan buat Dia yang ingin kusayangi kerana Allah...
Saat bingkisan ini ditulis, ada sendu bersarang dalam jiwa,
Ada gusar yang beraja di raga..
Namun tetap ingin ku luahkan segalanya...
 
Awak,
Kini saya mengerti kerana apa zahir tak terucap...
Kerana saya tak mahu kita akan terleka dengan keindahan sementara,
Saya tak mahu membuka ruang untuk kita dibuai keasyikkan yang fana,
Walau ada 1001 kebimbangan...
walau ada 1001 kemungkinan
Bila segalanya tak diluahkan...
Percayalah, takdirNYA nanti lebih indah...

kasih kekasih
  
Awak,
Andai telah tertulis jodoh itu milik kita,
walau jauh kita terpisah kini,
Yakinlah akan janjiNya...
DIA tak pernah menjadikan sesuatu sia-sia...
 
Awak,
Kejauhan ini akan menguji,
Sejauh mana kebenaran dalam setiap kata yang pernah terucap,
Seteguh manakah pendirian diri,
Sekuat manakah keyakinan hati,
 
Awak,
bila jodoh tak memihak pada kita,
Moga kita tak kesalkan lafaz yang tersimpan,
kerana lafazmu itu untuk dia bidadarimu,
dan lafazku untuk dia pendampingku...
 
Awak..
Memang payah untuk melawan nafsu,
Lebih payah bila persekitaran tidak menyokong,
Maka kuatkanlah pegangan..
Kerana kita hanya perancang,
Sedang DIA yang menentukan~~~

Awak,
Bila rindu berbicara,
Luahkanlah pada DIA,
Bila hati mula goyah,
Kembalikan pada DIA,
Kerana DIA sentiasa ada,
Untuk mendengar segala rintihan...
 

---salam ramadhan untuk kamu En. A....Lalu pada bicara bisu ku nukilkan ini untukmu... Walau ku tahu tidak mungkin kau membacanya.. Namun. ku percaya pada kalamNYA,
"...... apabila Dia menghendaki adanya sesuatu, hanyalah Dia berfirman kepada (hakikat) benda itu: Jadilah engkau!. Maka ia terus menjadi..."

Tiada medan perhubungan antara kita.. Maka biarlah dalam doa kita bertemu...Moga Ramadhan ini menjadi medan untuk kita berhijrah. Ayuh, kita siap siagakan diri untuk melalui perjalanan hidup yang lebih mencabar dengan keyakinan dan iman yang teguh. Ayuh, kita bina tembok kesabaran yang tinggi dalam menghadapi segala ujianNYA.
YA RABB...



"Aku berdoa untuk seorang lelaki, yang akan menjadi bagian dari hidupku.
Seorang lelaki yang sungguh mencintaiMU lebih dari segala sesuatu..........
..............Seorang lelaki yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna.....

Dan aku juga meminta:
Buatlah aku menjadi seorang wanita yang membuat lelaki itu bahagia.......
Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakan "Betapa besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku seseorang yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna".

Aku mengetahui bahwa Engkau menginginkan kami bertemu pada waktu yang tepat dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang Engkau tentukan.

AMIN YA RABB... "

 

Apapun akhirnya kisah ini, telah saya katakan pada diri agar berlapang dada untuk menerimanya. ^_____^


note to pembaca setia--- bila akhir kisah ini tak seperti diimpi, doakan moga saya mampu melaluinya... Dia hanyalah lelaki biasa...Ini jua kisah hati seorang wanita biasa.. Yang mempunyai hati dan perasaan.. Yang ingin teguh menjadikan Islam sebagai panduan...Yang cuba menguatkan langkah di setiap jalan... Walau seringkali tersasar dari haluan.... Namun tak ingin putus asa pada harapan~~~


Wednesday, September 16, 2009

tentang dia....

Assalammualaikum...


Baru sahaja balik terawih dekat pusat sukan.. Teringat kat baby comel tue. Erm, kebelakangan nie asyik dengar student dah kahwin jea. Bila fikir diri sendiri, hmm,, tak tahulah bila. Kekadang bila fikir masa depan nie, bermacam-macam perasaan yang timbul.


Sebenarnya tadi jumpa kawan kepada Lina, merangkap junior course kami tetapi sebaya dengan kami. So, dia nie baru jea nikah masa cuti sem lepas. Lebih kurang, macam Deq Lah lh kot. Bezanya, dia still belajar dan deq lah dah abis belajar. Saya tertarik dengan ceritanya.. perkenalannya secara serius hanya 6 bulan sebelum mereka bernikah. Bagaimana agaknya kisah saya pula nanti.. =}}


Bila cerita tentang kisah saya, saya sendiri tak mampu menduga.. Teringat perbualan dengan ayah.

"saya nak lelaki kaya..."

"Amin, mudah-mudahan.. kaya hati, kaya jiwa, kaya budi, kaya bahasa... bukan kaya wang dan harta sahaja."

Walaupun ringkas penuh dengan makna. Berlapik disebalik kata agar hati anak tidak terluka. Di sebalik mendokong, ada nasihat yang diberi.. Sebenarnya saya tidak bermaksud dengan apa yang saya katakan. Sekadar mencipta alasan namun jawapan ayah menyebabkan saya hanya tersenyum. Tidak menyangka gurauan itu diambil serius oleh ayah.


Saya sendiri tak tahu lelaki bagaimana yang saya mahukan. Apa yang saya fikir cukuplah andai dia baik agamanya, mampu menyara keluarga, mampu memimpin rumahtangga... Dia hanya seorang lelaki biasa pada pandangan umum tetapi dia ada istimewa pada saya.=}} Dia boleh menerima saya seadanya, tidak mengharapkan kesempurnaan..Tetapi sedia berlebih kurang..


Ops, cukuplah setakat nie saya bercerita mengenai dia.. Dia yang tidak lagi ditemui.. Dia yang sentiasa wujud dalam doa saya. Dia yang akan menjadi tempat saya kongsikan segala.
Dia yang tidak menyebabkan saya terluka lagi. Dia yang menjadi teman saat suka, duka, gembira, lara, bahagia mahupun derita. Setia disisi kerana cintanya pada Ilahi bagi melunaskan janji yang termatri..